Rabu, 14 Juni 2017

Berapa Lama?



Assalamu’alaikum wr wb!
Jadi gimana hasil SBMPTN-nya, duhai dedek-dedek imut nan emesh? Apapun yang tertulis di laman pengumuman milikmu, itulah yang terbaik bagimu. Tetap semangat! Btw ada yang lulus di Fakultas Kedokteran gak nih? Kalau ada, selamat lah ya dek! Selamat terjerumus ke dalam rimba raya perkuliahan, ehehe.

Jadi gini dek, sebelum euforia kalian terkikis sedikit demi sedikit di tahun demi tahun yang bakal kalian tempuh buat jadi dokter nanti, kita bahas dulu lah ya gimana sistem kuliah di kedokteran itu. Biar ada gambaran dikit dek, bakal ngabisin berapa lama buat pendidikan jadi dokter.

Nah, jadi, pertama-tama kalian itu harus kuliah seperti biasa dulu dek. Ini tahap pre-klinik namanya. Kuliah yang dasar-dasarnya, mulai dari anatomi, fisiologi, biokimia, patologi, dan lain-lain itu dek. Tapi bukan hanya kuliah tok aja, ada juga yang namanya diskusi kelompok, skill lab, dan praktikum. Kalau di masa pre-klinik ini umumnya memakan waktu sekitar 7-8 semester. Itu udah termasuk nulis skripsi sampai sidang akhir. Kalau kalian sudah lulus sidang akhir dan lulus di semua modul kuliah, maka kalian berhak menyandang gelar sarjana kedokteran (S.Ked).

Setelah itu, kalian akan melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu kepaniteraan klinik. Di tahap ini kalian akan belajar langsung ke pasien. Kalian akan turun ke rumah sakit dan mengaplikasikan ilmu yang sudah dikumpulkan di zaman pre-klinik dahulu. Umumnya untuk tahap ini memerlukan waktu sekitar 4-5 semester.

Jadi dek, kalau ditotal, adalah habis sekitar 5 setengah sampai 6 setengah tahun buat pendidikan. Setelah itu dek, kita harus tes UKMPPD dan OSCE dulu dek, baru lah bisa dinyatakan resmi jadi dokter kalau sudah lulus dua tes itu.

Tapi dek, kalaupun udah lulus dua tes itu, kita masih belum boleh praktik dek. Kita harus ikut program internship dulu. Semacam wajib mengabdi di daerah. Nah ini kurang lebih 1 tahun lamanya. Kalau sudah selesai ikut internship ini, baru lah boleh praktik jadi dokter umum, dek. Kalau adek bercita-cita jadi dokter spesialis, ada pendidikannya lagi dek. Berapa lama waktunya, itu bergantung dari spesialis apa yang mau adek ambil nanti.

Jadi gimana? Masih semangat kan dek?

Harus tetap semangat lah! Selamat belajar sepanjang hayat!
Karena dek, kalian akan ngerasain gimana kedokteran itu bakal bikin kalian ketagihan. Sungguh.

Ps: Kalau nanti pas lebaran ada keluarga atau rekan kalian yang sibuk nanyain kapan nikah, jawab aja sambil senyum, “Kalau gak hari Sabtu, mungkin hari Minggu”. Atau kalian bisa pura-pura lihat hp kalian, dan pamit undur diri dengan alasan “Ada kuliah mendadak nih, om, tante... Assalamu’alaikum!”




Rumah, Pertengahan Juni 2017.

Dari calon teman sejawatmu, yang masih berada di tahap kepaniteraan klinik.


13 komentar:

  1. Kak, ini saya baru keterima, jangan ditunjukkan kenyataan sulit yg bikin saya drop. T.T

    tapi ada pembinaan, ada pelatihan, dan ada yg lain2 juga kan yg bisa bikin saya terus berkembang dan jadi lebih baik di samping perkuliahan wajib? kalo hanya rimba kan serem. masa gada danau jernih, air terjun, buah manis, binatang langka yg bisa membuat bahagia dalam rimbanya?

    ada, kan, Kak?


    Haw, di dudidudidamdam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesungguhnya dek, ini belumlah dapat disebut sebagai kenyataan sulit. Siapkan mental dan fisikmu ya, dek. Yang kuat!

      Insya Allah kamu tak perlu danau jernih, air terjun, buah manis, ataupun binatang langka untuk membuat bahagia. Karena kehadiranmu saja sudah cukup untuk membuat segalanya jadi lebih indah. Ciaaa.

      Hapus
  2. Kak, ini juga saya baru keterima. Euforianya udah mulai terkikis nih, Kak. Tapi langsung semangat lagi karena disemangatin Kak Dara terus ngebayangin pasien-pasien lucuk yang bakal ditemuin pas koass. Huehehehehe.

    Kak, kalau mau ambil spesialis kandungan itu kira-kira berapa tahun, Kak? Aku pengen jadi dokter spesialis kandungan nih, Kak. Walaupun aku belum mengandung. Hehehe.

    Icha, di khayalan tingkat tingginya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halooo dek Ichaaa. Alhamdulillah kalau jadi bersemangat ya. Ditunggu di kampus putih wkwk.

      Waaah mulia sekali cita-citamu, dek. Kalau mau jadi spesialis kandungan, nambah pendidikan sekitar 4 tahun lagi dek. Semangat! Semoga segera mengandung.

      Hapus
  3. Kak, aku di fk unair nih. Baru kemaren seneng kok sekarang udah nyesel. Horror banget ya kak? masak 6 tahun si? aku kan mau cumlot 3 tahun kak.

    Kak....... ganti jurusan gimana kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai dek Wahyu yang baru kemaren kuliah di ugm tapi kok sekarang udah pindah ke unair.

      Tips dan trik ganti jurusan bisa dicari di sumber terpecaya, yaitu wikipedia. Selamat mencoba!

      Hapus
  4. waaah ini baru pertama kali main ke blognya mba. hehe salam kenal dan ternyata bu dokter yaa hehe. Pas baca baru dapet insight "ohhh kaya gini yaa kuliah kedokteran" berat juga belajarnya hihi
    Btw the best part on this post paragraf terakhir hihihi

    regrds,
    sabrinamaida.com

    BalasHapus
  5. Ini kok jahat juga ya baru juga seneng2 mmasuk kampus langsung ditakut2in gini. Gimana kuliahku nanti coba. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin kita jalanin aja dulu. Liat nanti ke depannya gimana.

      Hapus
  6. Wa'alaikumsalam..Betul tuh apapun hasilnya nanti itulah yang terbaik, karena sebaik-baiknya rencana yang kita buat, rencana-Nya tetap yang terbaik :)

    Aku gak kaget sih kalau lamanya segitu, tapi kalau dari mulai tahapan demi tahapan baru tahu, dan siapa saja yang memilih jurusan kedokteran, aku rasa sudah dipikirkan matang-matang. Terlebih bisa jadi sedari SMA sudah matang akan pilih jurusan kedokteran disaat lulus nanti.

    Bahkan, sejak kecil sudah tertanam. Semoga tetap semangat, percaya dan semuanya akan terwujud asalakan dengan doa serta usaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena faktanya, ada beberapa mahasiswa fk yang terpaksa untuk menjalani kuliah di jurusan ini :')

      Aamiin. Makasih loh :)

      Hapus
  7. ternyata begitu yaa kalau mengambil jurusan FK

    BalasHapus