Senin, 06 Februari 2017

Merayakan Kepulangan

Manusia.

Di antara hiruk pikuk dunia ini, apalah kita?
Hanya bagian kecil dari statistik. Satu di antara 8 milyar penduduk bumi.
Apakah keberadaan kita, dapat membuat bumi yang kita tinggali ini jadi lebih baik?
Ataukah hanya menambah kekacauannya saja?

Jugalah kita. Yang kini layaknya amphibia. Hidup di dua dunia. Jagat nyata dan jagat maya.
Dan, apalah kita di jagat maya ini?
Hanya kumpulan meta data. Bytes-bytes yang menjelma menjadi memori. Bersinggungan antara satu sama lain.

Banyak yang menganggap bahwa jagat maya ini tak lebih dari sekedar ilusi. Sarana eksistensi dan aktualisasi diri bagi yang tak dapat mengecapnya di dunia nyata. Sebuah tempat dimana kata “sempurna” dapat didefinisikan dengan banyak contoh yang berseliweran secara artifisial.

Tapi tidak bagi saya.

Rabu, 31 Agustus 2016

Bahu Membahu Pemuda Pontianak demi Beting Tercinta

Sebut saja “Kampung Beting”, maka sebagian besar warga Pontianak akan bergidik takut apabila mendengar nama wilayah tersebut. Stigma negatif sebagai kampung narkoba  telah lama melekat pada tempat ini, sebuah pemukiman yang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur. Terlebih tingkat kriminalitas yang tinggi di daerah tersebut, menyebabkan nama “Kampung Beting” menjadi kian angker.

Kampung Beting, Kampung di atas air (sumber foto)

Sebagai seorang mahasiswa kesehatan, saya pernah mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktikum lapangan di sebuah Puskesmas yang wilayah kerjanya mencakupi Kampung Beting. Dan saya beserta teman-teman satu kelompok telah paham, maklum sepenuhnya saat mengetahui bahwa satu di antara program unggulan yang ada di Puskesmas tersebut adalah program LASS, akronim dari Layanan Alat Suntik Steril. Program ini ditujukan kepada para pecandu narkoba suntik, dengan harapan untuk menurunkan penggunaan jarum suntik secara bergantian di kalangan pecandu sehingga angka pengidap HIV/AIDS dapat diminimalisir. Cara kerja program ini sederhana, para pengguna narkoba cukup membawa jarum suntik yang telah dipakainya ke Puskesmas, kemudian petugas akan memberikan ganti dengan jarum suntik steril yang baru.

Sabtu, 13 Agustus 2016

Tentang Fullday School dan Jessica dan Ahok dan Risma dan Kuliah dan Prioritas dan Inkonsistensi dan Apapun Itu

Assalamu’alaikum ya ahlil blogger!

Well, sebelum kalian menghabiskan waktu untuk membaca keseluruhan isi postingan kali ini, maka saya hendak menyampaikan bahwa ini hanyalah postingan tengah malam yang mengandung sedikit sekali manfaat. Jadi apabila kalian memiliki banyak sekali hal-hal penting yang harus kalian lakukan di luar sana, lakukanlah! Jangan habiskan waktu percuma hanya untuk membaca postingan ini :)

Beberapa hari terakhir ini saya jadi punya lebih banyak waktu yang dapat saya habiskan untuk berleyeh-leyeh ria, melakukan hal-hal tidak produktif yang saya benci dan senangi dalam waktu bersamaan. Menonton televisi. Entah ini hanya kebiasaan saya atau kebiasaan semua orang, tetapi saya sangat senang mengalih-alih channel apabila saya bosan. Dan seperti yang bisa ditebak, entah itu sinetron yang kurang mendidik, acara gossip, drama(tisasi) sinetron India, berita pasaran yang kadang diputarbalikkan, semuanya memenuhi stasiun tv kita saat ini. Hal ini pun membuat saya lebih suka menonton NatGeo daripada stasiun tv dalam negeri. Ya, walaupun kadang saya juga nonton Anandhi dan Uttaran, sih, dan sering kesel sendiri kenapa itu si nenek lama banget meninggalnya. Ya Allah, jadi gini nih kan nulis ngalor-ngidul.

Ayolah, coba kita list satu-satu deh berita-berita yang memakan porsi besar untuk tampil di dunia pertelevisian akhir-akhir ini.

Selasa, 14 Juni 2016

Belajar Mencintai


Bahwa mencintai itu butuh perjuangan, dan mempertahankan rasa cinta itu butuh pengorbanan.

Abdullah bin Mas’ud berkata:
“Janganlah salah seorang di antara kalian bertanya tentang kecintaannya kepada Allah. Akan tetapi hendaknya dia lebih dulu bertanya tentang sejauh mana kecintaannya kepada Al-Qur’an. Karena jika setiap dari kalian mencintai Al-Qur’an, maka sejauh itu pulalah kalian akan mencintai Allah. Lalu sebanyak apa kadar kecintaan kalian kepada Al-Qur’an, maka sebanyak itu pulalah kecintaan kalian kepada Allah.”

Hari ini aku belajar, bahwa cinta harus diilmui. Dan inginku hanya satu: belajar menyurga bersamamu.


Self Reminder.
Ramadhan 1437 H.


Karena, ada yang paling butuh untuk kita nasihati: diri kita sendiri.


Selasa, 10 Mei 2016

Teruntuk Wanita Baik. Aku Akan Baik-Baik Saja

Aku mendapatkan tatapan sinis darinya. Padahal ini adalah kali pertama kami bertemu, walaupun namanya memang sudah santer terdengar di sekolahan. Andira Pramesti Lestari, siswi langganan juara kelas dan juara olimpiade Fisika.

“Kalau kayak gini caranya, gak yakin menang deh…” Dia mendengus kesal.

Padahal perkaranya sepele sekali. Karena aku berkata bahwa batu dengan massa 1 kg lebih berat daripada kapas dengan massa 1 kg pula.

Itu adalah pendapatku mengenai salah satu soal yang harus kami kerjakan. Ini adalah perlombaan adu otak yang rutin dilaksanakan di sekolah kami, dan entah kenapa aku bisa dipasangkan berkelompok dengan wanita berdarah dingin ini. Peserta adu otak ini adalah para juara kelas, yang kemudian akan dipasangkan secara acak untuk menjadi sebuah tim dengan anggota 2 orang.