Rabu, 31 Agustus 2016

Bahu Membahu Pemuda Pontianak demi Beting Tercinta

Sebut saja “Kampung Beting”, maka sebagian besar warga Pontianak akan bergidik takut apabila mendengar nama wilayah tersebut. Stigma negatif sebagai kampung narkoba  telah lama melekat pada tempat ini, sebuah pemukiman yang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur. Terlebih tingkat kriminalitas yang tinggi di daerah tersebut, menyebabkan nama “Kampung Beting” menjadi kian angker.

Kampung Beting, Kampung di atas air (sumber foto)

Sebagai seorang mahasiswa kesehatan, saya pernah mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktikum lapangan di sebuah Puskesmas yang wilayah kerjanya mencakupi Kampung Beting. Dan saya beserta teman-teman satu kelompok telah paham, maklum sepenuhnya saat mengetahui bahwa satu di antara program unggulan yang ada di Puskesmas tersebut adalah program LASS, akronim dari Layanan Alat Suntik Steril. Program ini ditujukan kepada para pecandu narkoba suntik, dengan harapan untuk menurunkan penggunaan jarum suntik secara bergantian di kalangan pecandu sehingga angka pengidap HIV/AIDS dapat diminimalisir. Cara kerja program ini sederhana, para pengguna narkoba cukup membawa jarum suntik yang telah dipakainya ke Puskesmas, kemudian petugas akan memberikan ganti dengan jarum suntik steril yang baru.

Hal yang sangat memprihatinkan dari Kampung Beting adalah kenyataan bahwa pecandu narkoba di sana bukan hanya orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Padahal, masa depan suatu bangsa dapat dilihat dari bagaimana kualitas para generasi mudanya. Jika sudah begini, apa yang akan kita harapkan lagi untuk masa depan negara tercinta kita? Untuk Indonesia?

Tidak, tak ada seorangpun yang peduli pada kota ini, yang menginginkan Beting menjadi sarang narkoba. Maka perubahan demi perubahan terus dilakukan. Bukan dinilai berdasarkan besar atau kecilnya, namun seberapa nyata dan konsisten usaha yang dilakukan untuk mengubah Beting menjadi jauh lebih baik. Membenahi segalanya, hampir di semua aspek. Karena tragisnya, tekanan hidup di lingkungan sosial yang buruk seperti kampung ini sungguh telah merenggut banyak korban.

Angin yang berhembus beberapa tahun belakangan ini terasa amat segar sebab membawa kabar baik, karena berbagai pihak mulai dari para stakeholder hingga masyarakat dari berbagai lapisan secara aktif menunjukkan kepedulian terhadap kampung Beting. Semua pihak berkolaborasi mengembangkan inovasi daerah yang bertujuan untuk menghapuskan stigma negatif yang selama ini telah melekat pada Kampung Beting secara perlahan-lahan. Karena, toh, tidak semua penduduk Kampung Beting merupakan orang jahat. Kenapa stigma itu harus dilabelkan pada satu kampung?

Berangkat dari pemahaman bahwa perubahan harus dimulai sejak sedini mungkin, maka Komunitas Beting Cinta Quran pun terbentuk. Menyadari bahwa ada banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, kemudian komunitas ini memiliki fokus kepada pendidikan agama bagi anak-anak di wilayah Beting. Karena mencerahkan masa depan anak-anak adalah sama dengan mencerahkan masa depan bangsa.

Setiap hari, ada sekian banyak anak-anak di wilayah Beting yang berpotensi untuk menjadi pecandu narkoba karena akses mereka terhadap barang haram tersebut sangatlah mudah. Kriminalitas? Mau bicara apa lagi tentang kriminalitas apabila contoh-contohnya bertebaran di sekitar rumah? Inilah mata rantai yang ingin coba diputuskan oleh Komunitas Beting Cinta Quran. Menanamkan pendidikan agama yang kuat, membangun pondasi pemahaman yang kokoh kepada anak-anak di wilayah Beting.

Komunitas ini terbentuk karena kepedulian para relawan, yang mana adalah pemuda-pemudi di Kota Pontianak yang memiliki niat dan tekad untuk mengubah stigma tentang anak-anak Beting. Dari cap sebagai anak nakal menjadi anak yang santun dan berakhlak baik. Program yang dijalankan oleh komunitas ini adalah #BetingMengaji dan #BetingMenghafal.

Kegiatan hafalan quran anak-anak Beting

Selain itu, ada pula komunitas lain yang secara nyata menunjukkan kontribusinya terhadap Kampung Beting, yaitu komunitas Local Independent Art, atau yang biasa disebut dengan LipArt. Beranggotakan seniman muda Pontianak, komunitas ini mencoba untuk membuat wajah Beting tidak semenyeramkan dahulu, yaitu dengan cara menghias kampung yang sedari awal kumuh, menjadi memiliki nilai seni tinggi dengan membuat mural yang sarat akan pesan motivasi di sepanjang kampung Beting.

Proses pengerjaan mural di kampung Beting (sumber gambar)

Setidaknya, upaya kecil dari muda-mudi kota Pontianak ini sudah memberikan dampak positif pada masyarakat. Komunitas Beting Cinta Quran telah memberikan lingkungan positif sebagai tempat tumbuh kembang yang layak bagi anak-anak Beting, dan Komunitas LipArt telah membantu pemerintah dalam program penataan pemukiman yang secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan perekonomian dan kreatifitas di kawasan Beting sehingga dapat memberi nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar.

Kita tentu inginkan segala yang terbaik untuk apa-apa yang kita cintai.
Termasuk untuk Kampung Beting.
Untuk Pontianak.
Untuk Indonesia.

Semoga langkah kecil ini tak akan padam.



Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

25 komentar:

  1. Semangat dara #BetingTercinta

    BalasHapus
  2. Terharu baca ini. Ada komunitas dan gerakan demi memajukan serta menghapus 'label' kampung narkoba yang disematkan di Kampung Beting :')

    Semangaaaat, Dara dan teman-teman. Beting cinta Dara dkk. Kami temen-temen blogger cinta Dara. Yeaaaah! :'D

    BalasHapus
  3. Ya, beting memang sudah sangat terkenal dengan sisi negatifnya, tapi dengan adanya komunitas komunitas yang mulai membenahi kampung beting dan menonjolkan sisi positifnya merupakan sebuah terobosan yang baik sekali. Pemilihan topik yang sangat menarik Dar, teruskan menulisnya!

    BalasHapus
  4. Semangat mbak dara, jangan menyerah. Perubahan dimulai dari langkah terkecil,dan siapa yang menanam pasti akan menuai.

    BalasHapus
  5. Aamiin, semoga dari satu langkah kecil bisa membawa efek perubahan yang besar. Semangat!!!

    Ngeri juga ya lingkungan disana, dari kecil udah pakai narkoba.

    BalasHapus
  6. Aaaaakh, Mbak Darr hebat :D mulia sekali ya :D pelan-pelan, menghasilkan perubahan :) kereeen. Pada akhirnya, berhasil juga kan ya :D

    Semangat Mbak :))

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah masih ada orang orang yang pwduli dan mau bergerak... Semangat ya mbaa...

    BalasHapus
  8. Sukses ya,
    Ak doain agar kampung beting terbebas dari narkoba.

    Lanjutkan 💪

    BalasHapus
  9. Sukses ya,
    Ak doain agar kampung beting terbebas dari narkoba.

    Lanjutkan 💪

    BalasHapus
  10. semangat kak dara !! Lanjutkjan

    BalasHapus
  11. Semuanya emang harus dimulai dari yang kecil. Salut sama orang-orang yang beneran mau ikutan kayak gini. Semangat ya! \(w)/

    BalasHapus
  12. keren, jadi inget dulu pas berenang di sungai kapuas

    BalasHapus
  13. Daaaaaar.. Aku baru tau kamu domisili di Pontianak. Kirain di Jakarta loh! Makanya pas kopdar sama anak anak kemaren, aku suruh si Yoga ajakin kamu. Huahahah :D

    BalasHapus
  14. Dara ini bloger yang tulisannya selalu menginspirasi, ya. Semua proyek sosial sering banget muncul. Saya banyak belajar dari kamu, Dar. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sibuk amat kamu, Dar. Aku main juga masih gini aja. :)

      Hapus
  15. Wah menginspirasi banget, mudah-mudahan pemudanya jadi peduli sesama dan peduli lingkungannya.

    BalasHapus
  16. Ditunggu Tulisan Lainnya Ya...


    Semangat Berkarya, Sukses Selalu

    BalasHapus
  17. Dar baru nyadar ini postingan agustus...uda ngoas apa dar, jarang ngeblog lagi

    Salut sama komunitas betingnya

    BalasHapus
  18. nice post.
    thank you.
    http://www.dutarentalmedan.com/

    BalasHapus
  19. Sangat berfaedah tulisannya

    Nice post!
    Semoga teman-teman yang membaca ikut terinspirasi sehingga dapat membawa suatu perubahan yang lebih baik

    BalasHapus
  20. perjuangan mengembalikan sesuatu yang tercap buruk menjadi lebih baik dan menghapus cap buruk memang sangatlah tidak mudah dibutuhkan sabarjaya raya banget

    BalasHapus