Senin, 24 Agustus 2015

Si Kembar yang Diincar

Assalamu’alaikum!

Anak yang terlahir kembar merupakan anak yang tingkat menggemaskannya bertambah menjadi berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan anak yang bukan kembar. Menurut saya sih begitu, hehe. Saat ini, kita mengenal dua jenis kembar, yaitu kembar identik dan juga kembar fraternal (non identik). Perbedaan antara kembar identik dan kembar fraternal adalah jumlah dari ovum (sel telur) yang dibuahi. Pada kembar identik, hanya ada satu sel telur yang dibuahi, kemudian pada kondisi tertentu sel telur tersebut membelah menjadi dua. Hal ini mengakibatkan anak yang kembar identik menjadi sangat mirip, tentu karena mereka memiliki DNA yang hampir identik.

Kembar fraternal terjadi karena adanya dua buah sel telur berbeda yang dibuahi oleh dua sperma. Hal ini kemudian menyebabkan DNA pada anak kembar fraternal menjadi berbeda antara satu dan lainnya, sehingga mereka menjadi tidak mirip, bahkan kembar fraternal bisa menyebabkan seseorang mengalami perbedaan jenis kelamin dengan kembarannya.

Beberapa hari yang lalu, saya bersilaturahim ke rumah kakak mentor saya saat SMA dulu. Sekarang beliau sudah memiliki dua orang anak, yaitu anak laki-laki yang kembar identik. Saya sempat ikut merasakan “mengasuh sementara” kedua anak kembar ini, yang tentu saja menguras energi lebih banyak daripada mengasuh anak biasa. Bayangkan saja, apabila kita sedang fokus kepada si abang, nanti si adik yang berulah. Saat kita fokus ke si adik, tunggu saja giliran si abang yang berulah. Ini rasanya bener-bener menguras dompet tenaga.

Saat saya tanyakan kepada kakak mentor saya itu bagaimana bisa beliau “tahan” mengasuh dua orang anak sekaligus, dengan tenang dan santai beliau menjawab bahwa “Allah yang memberikan kekuatan”. Beliau juga tidak pernah menyangka bisa mengasuh dua orang anak sekaligus, tetapi keyakinannya terhadap kuasa Allah membuatnya bisa melewati segala hal dengan mudah.

Kesempatan ikut mengasuh anak kembar ini membuat saya belajar banyak tentang dunia parenting, menyadari betapa masih minim dan dangkalnya ilmu pengetahuan saya tentang mengasuh anak. Saya sangat salut dengan metode yang diterapkan oleh Kak Mei dalam mendidik si kembar. Bagaimana beliau memanggil anaknya dengan sebutan “anak sholih”, “kesayangan Umi”, “kesayangan Abi”, dan sebagainya. Bagaimana beliau dengan tulus mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada anaknya saat terlambat menyiapkan makanan pendamping ASI bagi si kembar, padahal si kembar masih berusia 8 bulan. Bagaimana care-nya beliau terhadap anaknya dengan memakaikan popok dari kain kepada si kembar karena tahu bahwa popok sekali pakai yang dijual di pasaran tidak terlalu baik bagi kesehatan. Bagaimana beliau selalu mengalunkan sholawat, ataupun lagu-lagu nasyid saat bersama si kembar. Dan bagaimana beliau memilih menyediakan “buku” sebagai media bermain si kembar daripada membelikan mainan lainnya, walaupun pada akhirnya bukunya habis dikoyak-koyak.

Satu hal yang diajarkan Kak Mei kepada si kembar adalah prinsip sharing. Setiap waktu bermain, Kak Mei hanya memberikan satu buku saja sebagai “mainan” mereka, dan mereka harus belajar berbagi. Ini sederhana, tapi keren! Dan selama saya ikut mengasuh mereka, yang notabene hanya dalam hitungan beberapa jam, sudah ada 2 buah buku yang telah berubah menjadi serpihan-serpihan kertas. Menandakan bahwa mereka sangat aktif dan kreatif.

Judul bukunya "Wow Einstein", tapi dirobek :/
Iya, punya anak kembar itu memang repot. Tapi tetap saja ada banyak orang yang menginginkan memiliki anak kembar. Salah satunya adalah teman sekelas saya, Bella. Saking pengennya punya anak kembar, Bella sampai meminta tips memiliki anak kembar. Terdengar unik memang, dan menarik untuk dibahas.

Saking semangat, Bella sampai typo.
Berikut ini ada beberapa hal yang meningkatkan kesempatan seorang Ibu memiliki anak kembar (fraternal):

Umur Ibu
Seorang Ibu yang berumur 35 tahun berkesempatan memiliki anak kembar dengan peluang empat kali lebih besar daripada Ibu berumur 20 tahun.

Nutrisi
Status gizi Ibu akan berbanding lurus dengan peluang memiliki anak kembar.

Kelahiran Sebelumnya
Peluang memiliki anak kembar akan meningkat apabila seorang Ibu sudah pernah melahirkan anak sebelumnya. Maksudnya, peluang ini menjadi meningkat pada kehamilan kedua dan seterusnya.

Obat-obat Kesuburan
Yang ini jelas terang benderang lah, ya.

Ras
Orang Afrika Barat memiliki peluang sepuluh kali lebih besar untuk punya anak kembar jika dibandingkan dengan orang Asia Timur, dan ras Kaukasia berada di antara keduanya.

Apakah Kembar Merupakan Keturunan?
Telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa kembar fraternal dapat diwarisi melaui garis gen Ibu. Hal ini diakibatkan karena beberapa wanita memiliki gen yang menyebabkan terjadinya hiperovulasi, sehingga meningkatkan peluang memiliki anak kembar karena ada dua atau lebih sel telur yang siap dibuahi (pada wanita normal, hanya ada satu buah sel telur setiap siklus menstruasi).
Kemudian, muncul pertanyaan lagi, perempuan yang bagaimanakah yang dikatakan memiliki “gen kembar” tersebut? Yaitu seorang perempuan yang memiliki Ibu, saudara, atau bibi (tante) dari garis keturunan ayah maupun ibu, yang memiliki anak kembar fraternal.

Nah, yang di atas itu kan faktor yang dapat meningkatkan peluang memiliki anak kembar fraternal. Lalu, bagaimana dengan kembar identik?

Kembar identik itu yang kayak gini.
Kalau ngebahas kembar identik ini agak repot, sih. Masih belum ada kepastian teori mana yang benar. Di kalangan peneliti saja masih sering terjadi perdebatan. Untungnya cuma perdebatan biasa, bukan cekcok rumah tangga. Kan kalau cekcok rumah tangga bisa berabe jadinya. Bisa-bisa ada piring melayang. Atau, kenapa tidak pecahkan saja gelasnya? Biar ramai. Biar mengaduh sampai gaduh. Ada malaikat menyulam jaring laba-laba… eh, fokus, Dar. Fokus!

Oke, back to topic.
Sebenarnya, memiliki anak yang kembar identik itu tidak dipengaruhi oleh genetik. Jadi, kalau kalian menikah dengan seseorang yang kembar identik sekalipun, tidak menjamin bahwa kalian akan memiliki anak yang kembar identik pula. Kata peneliti sih gitu. Jadi, kembar identik itu benar-benar anugrah dari Yang Maha Kuasa.

Tapi, ada sebuah studi yang menyatakan bahwa terdapat suatu enzim pada sperma yang dapat mengakibatkan embrio membelah menjadi dua, yang akan mengakibatkan terjadinya kembar identik.

Nah, tuh. Ada enzimnya. Dan ini artinya genetik juga bisa berperan.

Tetapiii… Masih ada “tapi”nya nih. Walaupun seorang laki-laki sudah memilik enzim tersebut, bisa saja dia tidak akan memiliki keturunan yang kembar identik. Hal ini dikarenakan bahwa sel telur pada wanita juga memiliki “something” yang bisa menghentikan enzim tersebut agar tidak terjadi pembelahan embrio yang dapat menyebabkan kembar identik tadi.

Pusing? Sama.

Studi tentang anak kembar ini memang sangat menarik untuk dibahas. Terlebih karena masih sering terjadi perdebatan antara penemuan satu dan lainnya. Tetapi, di balik banyaknya perdebatan itu, tetap saja masih banyak wanita yang berharap memiliki anak kembar dengan cara mencari “lelaki dengan gen kembar”. Apakah kamu salah satunya? Hahaha. Selamat malam :D

#InfoLowonganJodoh || Chat dari Umi, teman sekelas.

Referensi:

69 komentar:

  1. Saya juga berharap kelak, pendamping di istana cintaku bisa menghasilkan anak kembar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anyway, punya anak kembar itu kesempatan yang langka banget. Semoga aja dikaruniakan yang kembar yaaa.

      Hapus
  2. Hmmm, berarti kalau anak pertama gak mungkin bisa kembar yah Dar?
    Kamu mau Dar punya anak kembar??
    Itu yang pake kerudung pink kamu Dar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin aja, Ki. Hanya peluangnya lebih kecil jika dibandingkan anak kedua ataupun anak ketiga.

      Aku mah terima-terima aja sama apa yang dikasi Allah, Ki. Mau kembar ataupun enggak, kan anak tetap rejeki.

      Ngg... Itu... Aku yang gak pake kerudung, Ki :p

      Hapus
    2. Hmm, gitu yah Dar, calon dokter emang tau banyak :D

      Oke deh kalo gak beretan punya anak kembar, kita tunggu aja hasilnya
      *ekh ini apaan bawa" kita
      Hahah :D

      Yeah ketahuan sekarang wajah kamu Dar, setelah sekian lama kena sensor terus :D

      Hapus
    3. Apa coba korelasi antara "calon dokter" sama "tahu banyak"?

      Ki... Kit... Kita...? :/

      Ini mah gara-gara foto sama anak kecil aja, makanya gak aku sensor. Kalau disensor, jadinya kayak tersangka penganiayaan terhadap anak di bawah umur, Ki. Hahaha. Foto-foto selanjutnya bakalan disensor kok :p

      Hapus
    4. Yah ga ada sih, cuma ngikutin yang lagi trend aja pake kata tau banyak atau menang banyak :D

      Iya Dar Kita..Ki.. Ta.. :D

      Hahaha iya juga yah, ntar disangka persangka penculikan anak :D
      Tapi gpp yang besok mau di sensor juga, yang penting udah tau wajah kamu Dar :D

      Hapus
    5. Kamu mah ikut-ikutan terus kerjaannya... Udah tahun 2015 ini, kreatiflah...

      Eh ini aku salah baca apa gimana? Ki... Ta..? :/

      Emang penting banget gitu buat tahu wajah aku, Ki? -_-

      Hapus
    6. hmm, besok" bikin lagi deh yang baru :D

      iya Dar Kita
      K-I-T-A

      Yah penting dar, kan biar kenal, kalo gak kenal gak sayang
      *dari pribahasa

      Hapus
    7. Ki Sanak sakit? Makin lama makin ngawur aja komennya haha.

      Hapus
  3. anak kembar memang sangat menggemaskan ya mbak :)

    BalasHapus
  4. aku mengambil kesimpulan, nikahlah dengan orang afrika barat jika ingin punya anak kembar,

    BalasHapus
  5. punya kakak ipar kembar aja seneng apa lagi ini punya anak kembar

    BalasHapus
  6. Klo punya anak kembar mungkin sebagian orang udah tau rasanya...kira-kira bagaimana klo punya pacar yang punya kembaran....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanya aja sama orang yang pacaran sama anak kembar, bang...

      Hapus
  7. mba bella ampe sgitunya pengen punya anak kembar :D haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Obsesi Bella itu pengen punya anak kembar yang seperti Dae Han, Min Guk, Man Se. Yang kembar tiga dari Korea itu loh :D

      Hapus
  8. keluargaku ga ada yang anak kembar hihi dan ga pernah kepikiran juga x)) aku suka amazed dengan para ibu dengan anak kembar, keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Padahal ngurus satu anak aja repot, ini ngurus dua. Keren lah emaknya :)

      Hapus
  9. Pusing gue bacanya. Tetep nggak ngerti dengan penjelasan di tulisan lu. Jadi, harus ada keturunan gitu? Gue kira, karena emang udah takdir. :(

    Yang gue tau kembar ya kembar aja. Selama ini temen-temen gue kembar identik, sih. Bener-bener mirip. Malah ada yang cuma beda di tai lalatnya aja. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang kembar non identik mesti ada keturunan, Yog. Kalau yang identik itu teorinya emang masih didebatin sampai sekarang...

      Syukur2 masih ada bedanya... :D

      Hapus
  10. Penjelasanya ilmiah banget, tapi kalau kembar mungkin karena karunianya. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembar maupun gak kembar kan tetep karunia :)

      Hapus
  11. Gue kira posisi sex juga bisa berpengaruh buat dapet anak kembar, taunya gak ada hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Posisi mah menentukan prestasi, mas..

      Hapus
    2. Ya Allah... Ini masuk daftar "info penting" rupanya ._.

      Hapus
  12. eh dar..ntu di capture pakek bahasa kalimantan yak percakapannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahasa Kalimantan ada banyak, mba. Kalau aku disini pake bahasa Melayu :)

      Hapus
  13. Jadi pengen punya anak kembar. Bikin, yuk!

    BalasHapus
  14. Wah nanti pas gede temen temennya bisa mbedain gak ya. Entar kalau apel pacarnya malah salah kakaknya / adiknya susah lagi. wkwkw :D
    Ohh ya mampir ke blog sederhana saya ya gan sebagai tanda persahabatan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga aja pas udah besar mereka mudah dibedain mana yang kakak dan mana yang adik :)

      Sip, meluncur ke TKP.

      Hapus
  15. banyak yang mengidamkan punya anak kembar,
    jadi ngebayangin :) (prosesnya)

    BalasHapus
  16. iya tuh.. anak kembar biasanya tingkat kegemasannya emang lebih tinggi daripada yang nggak kembar :)

    BalasHapus
  17. Waalaikumsalam.. Iya kalo nanti saya punya istri dan mau punya anak,,, iya bagus ya kalo punya anak kembar, dan seru ngasuhnya soalnya nanti bakalan ada salah nyebut nama saking miripnya... hehehehe :)

    BalasHapus
  18. Pasti seneng kalo punya anak kembar, kemana-mana harus selalu bareng :D

    BalasHapus
  19. mmm... kalau saya mah impiannya punya anak yg ngegemesin, sehat, berbakti pada org tua dan Allah itu, itu saja sudah syukur banget :) nggak ada kepikiran anak kembar hehehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Itu mah impian semua orang, mba :)

      Hapus
  20. Paman saya punya Anak kembar Identik, istrinya baru umur 23 tahunan mungkin gen dari keturunan nya yang menentukan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kembar identik itu bener-bener masih misterius, om. Kan masih banyak perdebatan tentang faktor apa aja yang mempengaruhinya :)

      Hapus
  21. anak kembar pas umur 2-5 tahun itu momen lucu-lucunya :D

    BalasHapus
  22. hmm, saya juga kepengen banget punya anak kembar, bener2 kepengeeeeeen :)
    sayangnya gaa ada keturunan yang punya anak kembar :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih ada kemungkinan kok, mba. Kan udah diatur sama Allah :)

      Hapus
  23. belajar soal kembar
    jadi pusing tapi rasanya belum waktunya saya memikirkan itu.
    yang penting jodoh dulu

    tapi bener yang kembar jadi kesannya lucu banget tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. :)
      Harusnya dipersiapkan dari sekarang :)

      Hapus
  24. hahah .. bisa ini buat nyari istri yang punya gen kembar, soalnya lucu pisan kalo punya bayi kembar ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wong ganteng istrinya wong cantik bukan sih? Hehe.
      Iya, lucu pisaaan :)

      Hapus
  25. Saya masih pemula bahas anak apalagi kembar, waduh

    BalasHapus
  26. aku suka dengan anak kembar abis nya lucu banget :) meskipun bingung mana ade nya mana kaka nya tapi suka ada ciri yang berbeda ya mba untuk membedakan mana ade dan kakak nya hehehehe aku juga kembar loh mba tapi ade aku sudah ke surga :'( mungkin kalo masih ada seru kali ya kemana" berdua baju di samain, segala nya sama :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mba.
      Turut berduka, ya, buat adeknya. :')

      Hapus
  27. Waaa mbak Dara, ini detail banget. Sukaa :)
    Baru tau kalo kembar non identik itu dari keturunan. Saya dulunya ngira kalo kembar identik itu yang dari keturunan mba. Hehee
    salah saya ya :D

    Bagus banget ya mba, prinsip yang diterapkan Kak Mei ke anak kembarnya. Prinsip saling berbagi.
    Metode cara mengasuh anak kembar juga punya cara tersendiri. :)

    Ah jadi kangen kembaran.
    Cc: Raisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu suka sama tulisannya atau suka sama aku, Lan? Wahaha XD
      Kamu gak salah, kok, Lan. Kembar identik itu masih diperdebatkan sampai saat ini, ada pengaruh genetik atau enggaknya.

      Nah, iya. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala aja. Keren banget lah itu emaknya!

      Ra... Rai... Raisa..? :/

      Hapus
    2. Hahaa suka sama tulisan dan orangnya juga mbaa :))

      Iya mba, soalnya saudara saya ada yang orangtuanya kembar identik. Alhasil anaknya juga ikutan kembar identik. Karena itu saya ngiranya dulu kembar identik itu dr keturunan.
      Wah masih diperdebatkan ya mba? Hehee

      Iya mba, hebat emaknya ya. Saluuut

      Iya, Raisa mba.
      uhuk

      Hapus
    3. Duh, aku disukain sama seorang perempuan. Duh, gimana ini. Hahaha.

      Nah, itu contoh nyata-nya. Ada yang ortu kembar identik, anaknya kembar identik juga. Ada yang ortu kembar identik tapi anaknya gak kembar identik. Ada juga yang ortu gak kembar identik tapi anaknya bisa kembar identik.
      Agak pusing ngebahasnyaaa :D

      Raisa KW berapa itu, Lan? :p

      Hapus