Jumat, 01 Mei 2015

Flash Fiction: Menanyakan Jawaban

Image source

“Akankah kau percaya padaku jika kukatakan bahwa cintaku padamu tak akan pernah selesai?”

“Maksudmu? Kau… mencintaiku? Sejak kapan?”

“Bahkan untuk memulainya pun aku tak pernah berani. Bagaimana mungkin aku bisa menyelesaikan cintaku padamu?”

“Itu berarti… Kau… Tak pernah… Mencintaiku?”

“Maafkan aku. Tapi aku masih belum mendapatkan jawaban.”

“Jawaban? Atas pertanyaan yang mana?”

“Pada apakah kecintaan seharusnya ditambatkan? Sebab hatiku terlalu lemah untuk dapat memahaminya. Banyak sekali hal yang harus aku rasakan tanpa pernah aku menginginkannya…”

“Coba kau tanyakan saja pada Sang Maha Cinta... Karena aku, tak kan mampu memberi jawabnya.”

Kemudian hening.


Khatulistiwa, mengawali Mei 2015.

37 komentar:

  1. Tanyakan juga kepada rumput yang berdendang kak . .

    Kemudian hening . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan kemudian hanya jangkrik yang berani bersuara.

      Krik... krik... krik...

      Hapus
    2. Ga sekalian sama kambing yang mengembek -__-

      Hapus
    3. Sekalian juga Bang Renggo yang lagi dangdutan~

      Hapus
  2. jangan tanyakan kepada mahadewi, nanti mereka nyanyi. jangan yah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Gak akan aku tanyain ke mereka, kok. Selow aja.

      Hapus
  3. Jangan tanyakan kepada Maha Cinta, karena Cinta sekarang sudah jadi penyanyi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Alloh... Ini kenapa pula ada akun Grosir Obat segala... -_-

      Hapus
  4. Jawabannya singkat, padat dan jelas ya mbak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Singkat, padat dan berisi.

      Hapus
    2. Ada isi coklat, keju, nanas, kacang ijo. Terserah nih pilih yang mana. Terserah!!!

      Hapus
  5. tanyakan saja pada pohon yang bergoyang mba hehehe lalu hening :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pohon apa yang bisa goyang, kak? Pohon cabe? :/

      Hapus
  6. Biarkan sang waktu yang menjawabnya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama lengkapnya "Waktu" siapa sih? Kok dari tadi ga dateng-dateng yah :/

      Hapus
  7. Selaksa Rindupun akan hening tak mampu berkata apa-apa...

    BalasHapus
  8. Tanyakan kepada siapa yaa?

    #kemudianhening
    #ternyalagiditempatujinyali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya melihat aura-aura yang... ah sudahlah.

      Hapus
  9. Akhir akhir ini suka ngesahdyuu ya dar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya jadi moody gitu. Tauk. Mungkin rasa bersalah akibat sunat itu baru kerasa sekarang efeknya...

      Hapus
  10. Tanyakan pada rumput yang bergoyang dan dedaunan yang bergemerisik..

    BalasHapus
  11. Kalo postingan sastra-sastra gini suka bingung. Lebih baik diam aja biar tetap hening.

    BalasHapus
  12. bingung mbak mau tanya sama siapa coba ?

    #KemudianHening :)

    BalasHapus
  13. Maha Cinta siapa? Saya taunua Maha Dewi :D

    BalasHapus
  14. Waw Katulistiwa bersajak ria tentang cinta.

    BalasHapus
  15. aku kalo diajak ngomong begitu pasti loadingnya lama sekali ._. maka kalimat "woy! to the point aja sih!" akan terlontar setelahnya ._.

    BalasHapus
  16. *Biar ceritanya lebih drama, sini aku kasih soundtrack*

    Coba kaupikirkan~
    Coba kau renungkan~
    Apa yang kauinginkan telah aku lakukan~

    Coba kaupikirkan~
    Coba kaurenungkan~
    Tanya bintang-bintang hanya kamu yang kusayang~

    Coba kautanyakan apa yang kaupikirkan~
    Apa yang kau butuhkan telah aku berikan~

    BalasHapus